lamriau.id-Pekanbaru, Kekayaan sejarah dan budaya Riau terus menjadi magnet bagi wisatawan, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bumi Lancang Kuning. Kemegahan Istana Siak Sri Indrapura, peninggalan Kesultanan Siak, serta Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar menjadi dua destinasi unggulan yang menarik minat pelancong untuk mengenal jejak sejarah di Pulau Sumatra.
Selain dua destinasi bersejarah tersebut, Riau juga menawarkan beragam objek wisata alam dan religi. Di Kabupaten Kampar terdapat Puncak Kompe dan Air Terjun Gulamo yang dijuluki “Raja Ampat versi Riau”, sementara di Kota Pekanbaru berdiri megah Masjid Raya Agung An-Nur yang dikenal sebagai “Taj Mahal-nya Riau” karena arsitekturnya yang khas.
Meningkatnya daya tarik destinasi wisata itu tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau. Sepanjang Mei 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 31.747 kunjungan atau naik 24,68 persen dibanding April 2026 yang tercatat 25.462 kunjungan. Secara tahunan, angka tersebut juga meningkat 35,33 persen dibanding Mei 2025.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Tekad Perbatas, mengatakan data BPS menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam menyusun strategi pengembangan sektor pariwisata.
“Kami sangat mengapresiasi data yang akurat dari rekan-rekan BPS Riau. Angka-angka ini menjadi kompas penting bagi Pemerintah Provinsi Riau dalam membaca pergerakan pasar sekaligus mengevaluasi efektivitas kebijakan di lapangan,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, posisi geografis Riau yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura menjadi keunggulan yang terus dioptimalkan untuk menarik lebih banyak wisatawan asing sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, menjelaskan sebanyak 7.505 wisatawan mancanegara masuk melalui empat pintu utama imigrasi, sedangkan 24.242 kunjungan lainnya tercatat melalui Mobile Positioning Data (MPD) di Kabupaten Bengkalis.
Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menjadi pintu masuk utama dengan 4.028 kunjungan, disusul Pelabuhan Dumai sebanyak 1.647 kunjungan, Pelabuhan Bengkalis 1.143 kunjungan, dan Pelabuhan Tanjung Harapan di Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak 687 kunjungan.
Asep menyebut kenaikan kunjungan melalui pintu masuk utama juga dipengaruhi aktivitas Turn Around (TO) Pertamina di Dumai yang berlangsung sejak 1 Mei 2026.
Dari sisi asal negara, wisatawan asal Malaysia masih mendominasi dengan 15.940 kunjungan atau 50,21 persen dari total wisman. Selanjutnya disusul wisatawan asal Tiongkok, Filipina, Singapura, dan India. Sementara itu, wisatawan asal Amerika Serikat mencatat kenaikan tertinggi sebesar 72 persen dibanding bulan sebelumnya, diikuti Inggris sebesar 59,96 persen.
Lonjakan kunjungan wisatawan turut berdampak pada sektor perhotelan. BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Riau pada Mei 2026 mencapai 47,18 persen, meningkat 1,69 poin dibanding April 2026 dan naik 2,59 poin dibanding periode yang sama tahun lalu.
Hotel bintang empat menjadi pilihan utama wisatawan dengan tingkat hunian mencapai 57,35 persen, disusul hotel bintang tiga sebesar 51,37 persen.
Selain itu, rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang juga meningkat menjadi 1,29 malam. Wisatawan domestik rata-rata menginap 1,28 malam, sedangkan wisatawan mancanegara mencapai 2,05 malam.
Peningkatan kunjungan wisatawan tersebut memperlihatkan bahwa perpaduan wisata sejarah seperti Istana Siak Sri Indrapura dan Candi Muara Takus, ditambah destinasi alam, religi, serta dukungan sektor industri dan akomodasi, terus memperkuat posisi Riau sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Sumatra. (mcr)
LAMR Lembaga Adat Melayu Riau