Beranda / Kabar / 10.080 Pelajar Riau Bertanjak, Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026 Pecahkan Rekor MURI

10.080 Pelajar Riau Bertanjak, Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026 Pecahkan Rekor MURI

lamriau.id-Pekanbaru, Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026 di Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Riau, Pekanbaru, Minggu–Senin (9–10 Agustus 2026), memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui tancak massal yang diikuti 10.080 pelajar.

Kegiatan yang digelar Barisan Muda Laskar Melayu Bijuangsa Nusantara bersama Laskar Rumpun Masyarakat Riau Bersatu itu mengusung tema “Dengan Semangat Melayu Nusantara Kita Bangun Indonesia yang Maju, Berdaya dan Bermaruah.”

 

General Manager MURI Indonesia, Triono, mengatakan rekor tersebut ditetapkan dalam kategori “Tancak oleh Pelajar Terbanyak di Indonesia” setelah proses verifikasi menunjukkan mayoritas peserta merupakan pelajar.

“Setelah kami konfirmasi datanya, ternyata pesertanya mayoritas pelajar. Karena itu, MURI menetapkan kategori tancak oleh pelajar terbanyak di Indonesia,” ujar Triono.

Piagam Rekor MURI diserahkan kepada Barisan Muda Laskar Melayu Bijuangsa Nusantara dan Laskar Rumpun Masyarakat Riau Bersatu sebagai penyelenggara kegiatan.

Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026 menjadi salah satu momentum pelestarian adat dan budaya Melayu yang digelar bertepatan dengan suasana peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Riau. Ribuan pelajar mengenakan tanjak secara serentak di halaman LAM Riau sebagai simbol penghormatan terhadap identitas dan marwah Melayu.

Selain tancak massal, kegiatan juga diisi seminar kebudayaan, bazar UMKM, dan pertunjukan seni tradisional.

Acara dihadiri sejumlah tokoh nasional, pejabat pusat dan daerah, unsur TNI-Polri, serta tokoh adat Melayu, di antaranya Direktur Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Kementerian Kebudayaan RI Sjamsul Hadi, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Riau Kristanto, Utusan Khusus Presiden RI Rusli Efendi, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Aryadi yang mewakili Plt Gubernur Riau, dan General Manager MURI Triono.

Ketua Panitia Tega Maulana Pitra mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat silaturahmi, pelestarian budaya, dan persaudaraan rumpun Melayu Nusantara.

“Kenduri Akbar Melayu Nusantara bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum pelestarian budaya dan penguatan identitas Melayu,” ujarnya.

Pemecahan Rekor MURI ini menambah catatan penting kebudayaan Riau sekaligus menegaskan peran generasi muda dalam menjaga warisan adat Melayu di Bumi Lancang Kuning.

Bagikan

Lihat Juga

LAMR: Tanjak Merah Putih Jadi Tanda Riau Setia kepada NKRI

lamriau.id-Pekanbaru, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau menilai pemakaian tanjak Merah Putih dalam Ekspedisi ...