
“Lasykar dan organisasi belia Melayu harus menjadi kekuatan pemersatu, bukan terpecah oleh kepentingan sempit. Silaturahmi ini penting agar kita saling mengenal, saling menghormati, dan bergerak seiring sejalan menjaga marwah Melayu Riau,” ujar Datuk Seri Taufik
Sementara itu, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri H. Marjohan Yusuf, menekankan pentingnya adab, kebijaksanaan, dan musyawarah dalam setiap gerak langkah lasykar serta hulubalang dan organisasi pemuda Melayu lainnya.
“Melayu itu besar karena adat dan budayanya. Laskar, Hulubalang dan Tameng adat hendaknya menjadi contoh dalam bertindak, mengedepankan adab, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemelayuan dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Datuk Seri Marjohan
LAMR Lembaga Adat Melayu Riau