Beranda / Kabar / Refleksi LAMR 2025: Tahun Berliku, Optimisme Melayu Menyongsong 2026

Refleksi LAMR 2025: Tahun Berliku, Optimisme Melayu Menyongsong 2026

Lamriau.id-Pekanbaru, Tahun 2025 menjadi perjalanan yang tidak mudah bagi masyarakat Riau. Gelombang persoalan ekonomi, hukum, politik hingga konflik sosial datang silih berganti. Namun, di tengah situasi itu, semangat untuk tetap berdiri dan melangkah ke depan tak pernah padam. Hal itu mengemuka dalam acara Sembang-Sembang Pers, Refleksi LAMR 2025 dan Optimisme 2026 yang digelar Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Selasa (30/12/2025), di Balai Adat LAMR, Pekanbaru.

Helat tersebut dihadiri Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Sri H. Marjohan Yusuf, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, Sekum MKA Datuk Alangrizal, Bendum DPH Datuk Fadli, Sekretariat LAMR Datuk Arman, SPI LAMR Datuk Aspandiar, serta sejumlah wartawan.

Mengawali perbincangan, Datuk Seri Taufik menggambarkan 2025 sebagai tahun yang harus dilalui dengan “jalan berliku-liku.” Menurutnya, Riau menghadapi berbagai tekanan, mulai dari persoalan ekonomi, hukum yang menghantam, dinamika politik yang pelik, hingga konflik antar sesama.

Datuk Seri Taufik menyoroti persoalan kawasan hutan dan adat yang dalam praktiknya justru kerap merugikan masyarakat tempatan. Kawasan adat terabaikan, hak-hak masyarakat adat terhimpit tanpa kepastian.

“Namun waktu tidak pernah menunggu. Semua itu harus dilalui. Dari situlah kita belajar untuk sadar diri dan introspeksi,” ujar Datuk Seru Taufik.

Ia menegaskan, sebagai orang Melayu yang diajarkan berserah diri kepada Ilahi, rasa syukur menjadi pegangan utama. Apa yang telah berlalu, kata dia, bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan bekal untuk menjadi lebih kuat.

Dalam refleksi itu, Datuk Seri Taufik juga menyampaikan berbagai capaian LAMR sepanjang 2025. Di antaranya, peran aktif LAMR dalam mendorong Riau menuju pengakuan sebagai daerah istimewa (DIR), pengembalian pusat lembaga adat rumpun Melayu ke Riau untuk dikembangkan secara nasional, serta upaya mendaftarkan pelajaran Budaya Melayu Riau ke dalam data pendidikan nasional.

Selain itu, LAMR telah menyelesaikan kajian pengusulan Syekh Abdul Wahab Rokan sebagai pahlawan nasional yang disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, menerbitkan kembali buku Tunjuk Ajar Melayu, serta mendorong lahirnya Perda Pemajuan Budaya Melayu. “Semua ini membuat kami optimis menatap 2026,” katanya.

Optimisme itu juga tercermin dari tingginya interaksi masyarakat dengan LAMR. Sepanjang 2025, tercatat 416 kunjungan masyarakat ke LAMR, 250 kali kunjungan LAMR ke masyarakat, serta 41 program yang dijalankan.

Sementara itu, Ketua Umum MKA LAMR Datuk Seri H. Marjohan Yusuf menegaskan bahwa berbagai hambatan yang dihadapi pada 2025 tidak menjadi alasan untuk berkecil hati. “Justru itu menjadi pelajaran agar 2026 lebih baik. Capaian LAMR juga tidak terlepas dari peran media yang terus mempublikasikan kegiatan kami,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa tugas LAMR bukan hanya melestarikan seni dan budaya Melayu, tetapi juga memperjuangkan hak-hak adat masyarakat Riau di tengah tantangan zaman.

Dalam sesi diskusi, wartawan Prima menyampaikan bahwa isu Daerah Istimewa Riau (DIR) semakin banyak ditanyakan masyarakat. Menurutnya, keistimewaan Riau bukan sekadar keinginan, melainkan hak atas pengakuan sejarah dan kontribusi daerah ini.

Hal senada disampaikan wartawan Muktiar yang menilai dukungan terhadap Daerah Istimewa Riau telah datang dari berbagai tokoh masyarakat dan politik. Ia berharap isu tersebut terus dikawal agar menjadi perhatian nasional.

Menutup pertemuan, Datuk Seri Taufik menegaskan pentingnya peran media bagi LAMR. Ia mengakui, meski lembaga belum mampu berbuat banyak untuk insan pers, namun sinergi dan kebersamaan harus terus dijaga.

“Dalam segala keterbatasan, kami tetap menaruh harapan besar pada media untuk bersama-sama menjaga marwah Melayu,” ungkapnya.

Bagikan

Lihat Juga

LAMR Tindaklanjuti Penolakan Relokasi Eks TNTN di Wilayah Adat Cerenti, Kuansing

lamriau.id-Kuantan Singingi, Menindaklanjuti pengaduan masyarakat adat Cerenti terkait penolakan rencana relokasi di wilayah eks TNTN, ...