lamriau.id-Pekanbaru, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) mengawali rangkaian kegiatan tahun 2026 dengan menggelar Majelis Zikir dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat malam (23/1) di Balairung Tenas Effendy LAMR, Jalan Diponegoro No. 39, Pekanbaru.

Majelis zikir ini dihadiri oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri H. R. Marjohan Yusuf, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh organisasi, tokoh adat, serta pengurus LAMR.
Syarahan agama disampaikan oleh Kyai Rino Agung, S.Pd.I, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Kahfi Riau. Sementara itu, rangkaian Yasinan, Tahlil, dan Tahtim dipimpin oleh Drs. H. Kamarudin.

Dalam elu-eluannya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, menyampaikan bahwa LAMR akan terus melanjutkan berbagai agenda dan program sepanjang tahun 2026. Di antaranya adalah perjuangan mewujudkan Daerah Istimewa Riau serta pengusulan Syekh Abdul Wahab Rokan sebagai Pahlawan Nasional.
Menurutnya, pelaksanaan Majelis Zikir ini menjadi pembuka yang sangat penting sebagai bentuk ikhtiar batin dalam menyambut bulan suci Ramadhan, sekaligus memohon keberkahan bagi seluruh agenda dan perjuangan LAMR ke depan.
“InsyaAllah, melalui kegiatan ini kita berharap keberkahan dan kelancaran bagi seluruh agenda dan perjuangan LAMR ke depan,” ujar Datuk Seri Taufik
Lebih lanjut Datuk Seri Taufik menegaskan bahwa LAMR juga akan melakukan pemetaan wilayah adat (tanah ulayat) agar mendapat pengakuan negara. Selain itu, Budaya Melayu Riau (BMR) telah masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sehingga guru pengajar BMR dapat diakui secara resmi dan memenuhi beban kerja sesuai ketentuan.
“LAMR juga berkomitmen memastikan generasi muda Riau mengenal, menghayati, serta melestarikan budaya, bahasa, adat istiadat, dan nilai-nilai Melayu di tengah derasnya arus globalisasi,” tutup Datuk Seri Taufik
LAMR Lembaga Adat Melayu Riau