Local Wisdom Melayu Riau dalam Menyambut Ramadhan
Oleh: Griven H Putera (Pemikir Melayu)
Dalam praktik keberagamaan masyarakat Melayu, ajaran Islam tidak hadir sebagai entitas yang terpisah dari tradisi, melainkan berkait-mait secara erat dengan adat istiadat. Agama dan tradisi berada dalam relasi yang saling menguatkan, sehingga kerap kali sulit dipisahkan secara tegas. Ajaran Islam dalam masyarakat Melayu tidak ibarat minyak dan air yang terpisah, melainkan seperti air yang menyatu dengan gula atau teh, larut dan membentuk satu kesatuan yang harmonis.
Ekspresi keberagamaan masyarakat Melayu diwujudkan melalui berbagai tradisi dan upacara adat, termasuk dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan. Tradisi seperti Petang Megang (Potang Mogang), Petang Belimau, Balimau Kasai, dan Belimau Sultan merupakan bentuk-bentuk kultural yang berkembang dalam masyarakat sebagai simbol penyucian diri sebelum memasuki bulan Ramadhan. Pada mulanya, praktik-praktik tersebut dilakukan secara individual sebagai bentuk refleksi dan persiapan spiritual. Namun, dalam perkembangannya, tradisi ini bertransformasi menjadi perhelatan komunal yang sarat makna sosial dan simbolik.
***
Cover oleh Rafqi Ismail
silahkan baca selengkapnya di bawah ini
LAMR Lembaga Adat Melayu Riau