Mitos, Alam, dan Rasionalitas
Oleh: Deni Afriadi
Di tengah ligat-nya perkembangan teknologi, cara pandang manusia pun ikut berubah. Kecanggihan digital memberi rese seolah segalanya mungkin. Manusia mulai dibuai mimpi menjangkau planet lain. Menginjakkan kaki di Bulan, merancang kehidupan baru di Mars. Setidaknya slogan itu yang sering terdendang di telinga, terkilat di mata melalui gawai-gawai digital. Namun, di balik ambisi penaklukan planet tersebut, ada ironi yang menukak. Bumi yang sejatinya wadah yang lebih nyata, di-kucah seperti ladang perburuan. Hutan dibabat, tanah dikeruk, sungai dicemari. Seakan manusia sedang mempersiapkan pelarian sambil meninggalkan sepah. Padahal, kehidupan di planet lain, hingga hari ini tak lebih dari ilusi yang disolek dengan jargon-jargon ilmiah. Sementara kerusakan bumi adalah realitas yang terjerit di depan mata.
Ilustrasi dan tataletak oleh Rafqi Ismail
Silahkan baca selengkapnya dibawah ini;
LAMR Lembaga Adat Melayu Riau