Beranda / Kabar / LAMR TERIMA KUNJUNGAN ANRI, SAMPAIKAN PEMBANGUNAN DIORAMA MELAYU

LAMR TERIMA KUNJUNGAN ANRI, SAMPAIKAN PEMBANGUNAN DIORAMA MELAYU

lamriau.id-Pekanbaru, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menerima kunjungan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Riau pada Rabu (11/2) di Balai Adat LAMR.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Deputi ANRI, Wiwi Diana Sari, S.Si., M.A., beserta jajaran, didampingi perwakilan Dispersip Provinsi Riau. Rombongan disambut oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (Ketum MKA) LAMR, Datuk Seri H. R. Marjohan Yusuf, serta Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (Ketum DPH) LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil bersama jajaran pengurus LAMR.

Pertemuan ini merupakan upaya memperkuat sinergi dalam pelestarian arsip serta penguatan khazanah budaya Melayu.

Mengawali pertemuan, Wiwi Diana Sari menyampaikan rencana ANRI untuk membangun sebuah diorama yang menggambarkan perjalanan panjang khazanah budaya Melayu, mulai dari era Melayu Tua hingga perkembangan Melayu masa kini. Diorama tersebut dirancang sebagai media edukasi dan dokumentasi sejarah yang komprehensif, berbasis arsip dan sumber sejarah autentik.

“Melalui pembangunan diorama ini, kami berharap dapat menghadirkan narasi sejarah yang utuh dan edukatif bagi generasi muda, sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa, khususnya budaya Melayu yang memiliki peran penting dalam sejarah Nusantara. Kami juga meminta masukan para Datuk dan tokoh adat terkait substansi budaya Melayu yang akan ditampilkan dalam diorama,” ujar Wiwi.

Menanggapi hal tersebut, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil menyambut baik inisiatif ANRI dan menyatakan kesiapan LAMR untuk mendukung penyediaan data, referensi adat, serta perspektif kesejarahan Melayu.

“Dukungan ini penting agar penyusunan diorama tersusun secara utuh, berimbang, serta sesuai dengan nilai-nilai adat dan fakta sejarah,” ujar Datuk Seri Taufik

Sementara itu, Ketum MKA LAMR Datuk Seri H. R. Marjohan Yusuf menegaskan bahwa pembangunan diorama harus mencerminkan jati diri dan kearifan lokal Melayu secara menyeluruh.

“Khazanah Melayu bukan hanya rentetan peristiwa sejarah, tetapi juga nilai, adab, dan sistem kehidupan yang membentuk peradaban. Karena itu, penyajiannya harus arif, berbasis sumber yang sahih, serta melibatkan pandangan para pemangku adat agar tidak terlepas dari ruh kemelayuan itu sendiri,” tutup Datuk Seri Marjohan.

Bagikan

Lihat Juga

GEMA Melayu Riau Silaturahmi ke LAMR Membahas Tanah Ulayat

lamriau.id-Pekanbaru, Gerakan Masyarakat Adat (GEMA) Melayu Riau melaksanakan silaturahmi dan audiensi ke Lembaga Adat Melayu ...