Beranda / Kabar / Kolaborasi LAMR, BKOW dan Paguyuban se-Riau Rayakan Hari Kebudayaan Nasional

Kolaborasi LAMR, BKOW dan Paguyuban se-Riau Rayakan Hari Kebudayaan Nasional

lamriau.id-Pekanbaru, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau bersama Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Riau dan paguyuban se-Riau yang tergabung dalam Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) akan berkolaborasi merayakan Hari Kebudayaan Nasional yang jatuh pada 17 Oktober 2026.
Dana diperoleh dari sum-sum peserta, mandiri.

Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Seri H. Marjohan Yusuf dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, mengatakan peringatan tahun ini merupakan tahun kedua setelah Hari Kebudayaan Nasional ditetapkan pemerintah Republik Indonesia pada 2025. Kegiatan tersebut mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Riau.

“Tahun ini sudah disepakati ada tiga kegiatan yang dilaksanakan. Semuanya mengangkat tema keberagaman untuk kemajuan,” kata Datuk Seri Taufik, Rabu (7/10/2026).

Rangkaian kegiatan diawali Majelis Zikir pada Jumat, 16 Oktober 2026. Tausiyah akan disampaikan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Riau, sedangkan zikir menggunakan Ratib Togak yang merupakan salah satu warisan budaya tak benda Indonesia.

Kegiatan kedua berupa bengkel hukum acara hukum adat yang akan diikuti mahasiswa, dosen, peminat hukum serta para pemangku adat. Sejumlah akademisi dari Universitas Riau, Universitas Islam Riau dan Universitas Lancang Kuning serta unsur Kejati Riau, Polda Riau, Pengadilan Negeri dan DPRD Riau akan dilibatkan sebagai pembicara.

Menurut Datuk Seri Taufik, bengkel tersebut penting karena ketentuan KUHP terbaru membuka ruang bagi hukum adat untuk menjadi bagian dari hukum positif. Namun, penerapan hukum adat membutuhkan perangkat hukum acara yang jelas. “Kita coba menyusun hukum acara hukum adat. Ini merupakan kontribusi LAMR kepada kehidupan hukum di tanah air,” ujarnya.

Puncak kegiatan akan digelar Ahad, 18 Oktober 2026, melalui arak-arakan keberagaman yang melibatkan sekitar 2.500 peserta. Puluhan paguyuban dari berbagai etnis di Riau, seperti masyarakat Bali, Sunda, Jawa, Minang dan lainnya, akan ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Arak-arakan juga akan menampilkan sekitar 1.000 penari Zapin yang dikelola BKOW Riau. Berbeda dari penampilan sebelumnya, Zapin kali ini akan ditarikan dengan busana berbagai etnis yang ada di Riau, tidak hanya menggunakan busana Melayu.

Dalam arak-arakan tersebut, keberagaman budaya Riau juga akan ditampilkan melalui representasi Melayu kuno, Melayu Riau klasik dan Melayu Riau modern. Di antaranya budaya masyarakat hukum adat Sakai, Bonai dan Talang Mamak, tari Zapin serta gambaran budaya kerajaan Melayu.

Datuk Seri Taufik menegaskan seluruh kegiatan tersebut bukan kegiatan seremonial yang berorientasi pada pesta. Pembiayaan kegiatan berasal dari masing-masing peserta dan paguyuban yang tampil. “Tidak ada poya-poya, tidak ada acara makan-makan. Ini ekspresi kita semua untuk menjalin persatuan dan kesatuan,” ungkapnya.

Selain memperkuat persatuan masyarakat Riau, rangkaian kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendorong Zapin dan Pacu Jalur menjadi warisan budaya tak benda dunia yang diakui UNESCO. LAMR bersama BKOW telah mendorong upaya tersebut, termasuk mengirim surat kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan berharap dapat hadir dalam rangkaian kegiatan Hari Kebudayaan Nasional di Riau.

Penulis: Datuk Taufik Hidayat

Bagikan

Lihat Juga

Di Depan Anak-anak SMA, LAMR Ceritakan Jejak Dua Abad Syair Perang Siak

lamriau.id-Pekanbaru, Sekitar 150 siswa SMA di Pekanbaru menjadi bagian dari sebuah peristiwa yang membawa mereka ...