Islam, Melayu, dan Ekoteologi
Islam sebagai agama yang sarat dengan ajaran-ajaran luhur. Islam juga mengamanahkan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Dalam perspektif Islam, manusia tidak hanya diposisikan sebagai makhluk yang mendiami alam, melainkan juga sebagai wakil Tuhan yang bertugas merawat, mengembangkan, dan memanfaatkan semesta secara bertanggung jawab. Penciptaan manusia pada hakikatnya ditujukan salah satunya untuk memakmurkan bumi beserta seluruh isinya, bukan untuk merusaknya.
Sebagai khalifah, manusia tidak memiliki hak untuk bertindak sewenang-wenang terhadap alam. Kekayaan alam memang diperkenankan untuk dimanfaatkan demi keberlangsungan hidup, namun pemanfaatan tersebut harus dilakukan secara bijaksana dan beretika, bukan melalui eksploitasi yang serampangan. Alam merupakan titipan Ilahi yang harus dijaga kelestariannya selama manusia menjalankan fungsi sebagai hamba Tuhan di dunia.
Cover oleh Rafqi Ismail
Silahkan baca selengkapnya di bawah ini:
LAMR Lembaga Adat Melayu Riau